Friday, May 4, 2018

Vago, Buat Traveler Nyaman dengan Isi Kopernya


Satu lagi teknologi yang memudahkan para traveler, Yaitu perangkat mungil buatan startup asal Taiwan yang bisa mengompres barang-barang seperti pakaian secara otomatis. Sehingga para traveler bisa menghemat ruang pada tas koper hingga 50%, keren bukan?

Seperti diketahui, aktivitas traveling semakin populer saat ini. Mulai dari traveling dengan suasana hiruk-pikuk kota modern hingga ke berbagai pemandangan yang indah. Namun yang biasanya dilakukan setiap traveler adalah membawa souvenir atau oleh-oleh belanjaan sebanyak mungkin.

Karena ukuran bagasi atau koper yang terbatas, bagaimana cara menyimpan barang yang lebih banyak? Membeli tas baru hanya untuk menaruh oleh-oleh tentu bakal lebih merepotkan dan membuat isi kantong terkuras lebih dalam.

Hal inilah yang mengilhami Creation Cell, startup asal Taiwan, untuk mengatasi permasalah tersebut dengan mengembangkan Vago Baggage Compressor. Perangkat mungil ini secara ajaib mampu memampatkan barang bawaan di dalam tas atau koper untuk menciptakan ruang ekstra.

Vago

Cara Kerja Vago

Vago sendiri ternyata sangat kecil dengan ukuran yang hampir sama dengan telur. Dengan dimensi panjang hanya 70 mm dan berat 85 gram, membuat Vago sangat mudah untuk dibawa selama perjalanan.

Perangkat ini memiliki sensor cerdas untuk mendeteksi tekanan dan mampu berhenti secara otomatis setelah kompresi penuh, sehingga menghemat waktu dan energi Anda.

Cara pengoperasiannya pun sangat sederhana, yakni hanya dibutuhkan empat langkah instan. Pertama, memasukkan aneka pakaian ke dalam vacuum bag. Kemudian, menempelkan Vago pada tempat yang disediakan.

Selanjutnya, menyambungkan kabel ke colokan atau stop kontak. Terakhir, menekan tombol Vago dan menunggu beberapa saat sampai lampu indikator berubah menjadi warna hijau.

Vago memakai adapter dan kabel jenis micro-USB universal. Kalaupun tidak menemukan colokan selama perjalanan, bisa juga menggunakan daya dari power bank. Sehingga konsep portabilitasnya benar-benar dimaksimalkan.

Pengembangan Produk

Butuh waktu yang tidak singkat untuk proses pengembangan Vago. Pada awalnya, tim Creation Cell yang didirikan oleh Jennifer Lee dan Leon Chao mewawancarai sejumlah besar pelancong atau traveler dan menemukan bahwa setiap orang tertarik untuk menciptakan ruang ekstra di barang bawaan mereka.

Butuh waktu lebih dari satu tahun dari prototipe untuk mengembangkan Vago. Ukuran pompa vakum adalah bagian terberat, dan Vago bekerja sama dengan vendor pompa untuk merancang bahan yang sama sekali baru.

Sebelum diproduksi secara masal, agar pengembangan ini bisa terwujud, Vago telah membuat kampanye proyeknya di Kickstarter dengan target perolehan dana sebesar USD 30.000.

Di luar dugaan, antusiasme dari para donatur di seluruh dunia terutama para traveler sangat tinggi. Sehingga bisa mengumpulkan dana pengembangan sampai USD 473.098 dari 9.182 pendukung.

Dan kini, Vago pun mulai rajin ekspansi. Di Indonesia, mereka menggandeng distributor lokal yang memasarkannya lewat e-commerce seperti Tokopedia dan Lazada.

0 comments:

Post a Comment